Kamis, 01 Maret 2012

Dasar Belajar Jaringan Komputer

Dasar Belajar Jaringan Komputer

Mendengar kata jaringan komputer atau computer networking, mungkin yang ada di benak sebagian orang adalah suatu hal yang rumit. Hal ini mungkin disebabkan karena penjelasan yang ada di berbagai literatur menggunakan bahasa teknik tingkat tinggi yang susah dimengerti oleh orang awam. Untuk itu, saya akan coba jelaskan mengenai dasar-dasar jaringan komputer dengan menggunakan perumpamaan yang lebih mudah dimengerti bahkan oleh orang awam sekalipun..
Local Area Network (LAN)
local area network
Disebut juga jaringan komputer lokal, sebab biasa dipakai di lingkup yang tidak terlalu luas seperti di kantor, sekolah, rumah sakit, dsb. LAN juga bisa disebut jaringan privat (private network). LAN dapat diibaratkan seperti sebuah kompleks perumahan, dimana terdapat beberapa unit rumah didalam kompleks tersebut. Tiap-tiap rumah pasti mempunyai nomer rumah, betul? Nah, nomer rumah ini istilahnya adalah IP Address (Internet Protocol Address) atau alamat IP atau biasa disingkat IP. IP terdiri dari susunan angka biner (1 dan 0) sepanjang 32 bit (IP Address versi 4) yang terbagi menjadi 4 bagian (W.X.Y.Z). Jadi tiap bagian terdiri atas 1 oktet atau 8 bit atau 1 byte.
Pemberian alamat IP dibagi dalam beberapa kelas : A,B,C,D,E. Untuk jaringan lokal memakai kelas C, dimana oktet pertama bernilai 192-223. Tiga oktet pertama (W.X.Y) digunakan sebagai network identifier (penanda jaringan). Sedangkan oktet terakhir (Z) digunakan sebagai host identifier (penanda host atau komputer).
Cara membaca angka biner (binary) :
misal angka biner 0101 (4 bit) jika diterjemahkan ke angka desimal, hasilnya :
(2^3) + (2^2) + (2^1) + (2^0)
= 0 x (2^3) + 1 x (2^2) + 0 x (2^1) + 1 x (2^0)
= 0 + 4 + 0 + 1
= 5
jadi, 0101 (biner) = 5
note: tanda “^” == pangkat
Lalu, kenapa dalam satu LAN maksimal jumlah host adalah 255?
Jawab : host identifier untuk IP kelas C besarnya 1 byte (8 bit) == 11111111 (biner) jika diterjemahkan:
(2^7) + (2^6) + (2^5) + (2^4) + (2^3) + (2^2) + (2^1) + (2^0)
= 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1
= 255
Unit-unit rumah dalam ilustrasi diatas disebut sebagai host. Dan masing-masing host mempunyai nama atau hostname (bisa diibaratkan sebagai nama rumah, misal rumah Pak Anwar, Pak Dedy, dsb.). Untuk akses keluar masuk dari perumahan biasanya melalui sebuah portal atau gerbang. Dalam istilah networking, pintu gerbang tersebut dinamakan Gateway.
Pemberian alamat IP bisa dilakukan secara static atau dynamic. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan IP static, kita lebih mudah mengidentifikasi atau mendokumentasi daftar komputer yang ada dalam jaringan. IP Dynamic memerlukan sebuah DHCP Server yang fungsinya untuk memberikan alamat IP kepada host yang melakukan request, sehingga di sisi host atau client tidak diperlukan setting konfigurasi jaringan sebab akan dilakukan oleh DHCP Server secara otomatis.
Wide Area Network (WAN)
Di sebuah kota tentu terdapat beberapa kompleks perumahan. Antar kompleks perumahan tersebut bisa berhubungan satu sama lain. Ilustrasi ini dipakai untuk menggambarkan WAN, yakni jaringan komputer dalam area yang lebih besar dari LAN. WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN. Agar bisa saling berhubungan, diperlukan sebuah perangkat bernama Router. Router inilah yang akan mengatur policy (regulasi) yang diperlukan agar sebuah LAN bisa berhubungan dengan LAN yang lain. Perangkat router ini fisiknya bisa berupa sebuah hardware ataupun software yang diinstal pada sebuah PC (atau disebut PC Router).  Area WAN ini bisa dibilang tak terbatas, selain antar daerah dalam satu kota, bisa juga antar kota, antar pulau, bahkan antar negara.
Semoga dengan sedikit penjelasan diatas bisa menambah wawasan anda mengenai dunia jaringan komputer (computer networking).

Sumber : (http)infogaptek(dot)com

Kamis, 25 November 2010

Tutorial Memasang Kabel LAN / UTP

Tutorial singkat ini cocok banget buat yang sedang mo bikin jaringan komputer ‘MURAH’ khususnya yang terdiri lebih dari 2 client, yang pake hub (jauh lebih murah ketimbang router :D). To the point! Apa sih kabel UTP itu? Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data.UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair soalnya di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.

Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Nah klo cuman buat misal bikin jaringan komputer di kantor ato kampus ato warnet, paling ngirit ya pake yang kategori 3. Udah lebih dari cukup.

Setau gue ada banyak merek yang beredar di pasaran, cuman yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden - made in USA. Per meternya berkisar dari Rp. 1500 - 2000,- Kalau mau jatuh murah dan pakenya banyak beli aja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150meteran. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya tuh bentuknya kayak colokan telepon cuman lebih besar. Bilang aja mo beli konektor RJ-45. Harganya klo ngecer sekitar Rp.2500,- an

Foto RJ45 - Konektor untuk kabel UTP

Foto RJ - 45 yang masih baru, belum di gencet pake tang

Crimp Tool Satu lagi yang sangat penting, kamu kudu punya tang khusus buat masang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya “crimp tool". Ini alat gunanya buat ‘ngematiin’ ato ‘nanem’ ato apalah istilahnya itu konektor ke kabel UTP. Jadi sekali udah di ‘tang’ udah ga bisa dicopot lagi itu konektor. Harganya memang agak mahal dibanding tang biasa. Antar Rp.75rb - 150rb. Dan klo mo lebih ok, biar ga nanggung tambah duit lagi sekitar 125rban buat beli lan tester. belinya yang merek dari taiwan aja. lebih murah. bentuknya tuh kayak kotak, dan ada lampu lednya 8 pasang, bisa kedap kedip.

OK sekarang peralatan udah siap, gue mulai aja. Secara umum pemasangan kabel UTP ada 2 tipe, tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?

OK! Untuk tipe straight itu digunakan buat nyambungin dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross untuk client langsung ke client (cpu to cpu) ato dari hub ke hub.

Kita bahas dulu yang tipe straight
Urutan pin tipe straightTipe ini paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya sih begini (dilihat dari bolongannya konektor, dari kiri ke kanan - lihat foto disamping) : 2 orange - 1 ijo - 2 biru - 1 ijo - 2 coklat . 2 orange disini maksudnya pasangan orange muda sama orange tua, dst. Tapi ga usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung sini urutan pin pertamanya orange muda, maka ujung yang lain urutan ping pertamanya juga harus orange muda. jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan. Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung cuman pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi soal. Buat jelasnya coba lihat foto dibawah, yang gue foto dari sebuah buku (coba tebak! bisa ga, buku apa hayuooo? :D)

Straight Tru dan cross pin
Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straigh, yang kanan yang cross

Nah waktu mo pasang kamu potong ujung kabelnya, trus susun kabelnya trus ratain pake piso potong yang ada di crimp tool. Kamu ga perlu repot repot harus ngelepasin isolasi pada bagian ujung kabel, soalnya waktu kamu masukin itu kabel ke konektor trus di gencet pake crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor nembus mpe dalem kabel. Perhatikan, agar gencetnya yang keras. soalnya klo ga keras kadang itu pin ga tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalo udah trus kamu tes pake lan tester. Masukin ujung ujung kabel ke alatnya, trus nyalain, klo lampu led yang di lan tester nyala semua, dari nomor 1 mpe 8 berarti kamu sukses. Klo ada salah satu yang ga nyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu kamu gencet lagi pake tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalo udah kamu gencet kok masih ga nyambung, coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 blon. Klo ternyata udah bener dan masih gagal, berarti memang kamu hari ini sedang tidak beruntung.. kesian deh.. hehe.. ulang lagi aja.. okay!

LAN TESTER
LAN TESTER - alat buat ngecek kabelnya nyambungnya bener ato ga. Untuk tipe straight klo bener ntar dari led 1 mpe 8 berkedip.

Berikut adalah foto dari bawah dari ujung kabel UTP yang udah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar):

Contoh konektor RJ45 yang udah dipasang di kabel UTP dan berhasil dengan baik
urutan pin standar

Dan klo yang ini ga standar, coba perhatiin urutan warna pinnya… ga standar banget. tapi tetep aja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):

Contoh konektor RJ45 yang udah dipasang di kabel UTP dan berhasil dengan baik - TIDAK STANDAR
urutan pin TIDAK standar

Sekarang Tipe Cross
Untuk tipe cross itu dipake buat nyabungin langsung antar 2 pc, ato yang umumnya buat nyambungin antar hub. (misal karena colokan di hubnya kurang). Cara pasangnya juga sebenarnya gampang. sama seperti tipe straight, pin yang dipake juga sebenarnya cuman 4 pin aja, pin 1-2-3 dan 6. Nah yang beda pas pasangnya. Klo di tipe cross, pin 1 nyambung ke pin 3 ujung yang lain. pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Jelasnya coba deh liat “Gambar 5″. Praktisnya gini, di ujung pertama kamu susun pinnya sesuai standar buat yang tipe “straight” nah di ujung yang laen kamu susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross".

masih bingung ? gini deh gampangnya:
ujung pertama:
1: orange muda
2: orange tua
3: ijo muda
4: biru muda
5: biru tua
6: ijo tua
7: coklat muda
8: coklat tua

maka diujung yang lain harus begini:
1: ijo muda
2: ijo tua
3: orange muda
4: biru muda
5: biru tua
6: orange tua
7: coklat muda
8: coklat tua

agak ngerti kan? jadi disini posisi nomor 1,2,3 ma 6 yang dituker.. Nah ntar klo pas di tes pake LAN tester ntar led 1,2,3, ma 6 saling bertukar. Klo tipe straight kan nyalanya urutan, nah klo tipe cross ada yang lompat lompat. Tapi yang pasti kudu nyala semua tiap led dari nomor 1 mpe 8.

Ok deh selamat bikin jaringan. Semoga kamu bisa berhasil waktu pasang konektor di kabelnya.. hehe.. Moga ilmu ini berguna buat kamu, soalnya waktu dulu gue pertama bikin jaringan lucu banget deh, buat ngupas kabelnya gue masih pake cutter, padahal kan udah ada tuh di crimp toolnya. Udah gitu ujung ujungnya tiap kabel aku kelupas lagi pake cutter. padahal yang betul ga usah di kupas atu atu, biarin aja rata, soalnya ntar pas di ‘crimp tool’ kan itu pin masing masing tembus ke dalem kabelnya.. bego deh dulu.. moga kamu ga melakukan hal sama kayak dulu.

Rabu, 22 Juli 2009

Konsep Subnetting, Siapa Takut?
by Romi Satria Wahono

subnetrouter.JPGSubnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.






Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
jalan.jpg

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:
gang.jpg

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.
network.jpg

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
subnet.jpg

Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
CLASS OKTET PERTAMA SUBNET MAS DEFAULT PRIVATE ADDRESS
A 1-127 255.0.0.0 10.0.0.0-10.255.255.255
B 128-191 255.255.0.0 172.16.0.0-172.31.255.255
C 192-223 255.255.255.0 192.168.0.0-192.168.255.255

Setelah anda selesai membaca artikel ini, silakan lanjutkan dengan membaca artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.

Seri Mahir Sertifikasi: CCNA

by herry andika

ciscocert.gifSeperti saya jelaskan di tulisan sebelumnya tentang Keunggulan Defacto dan Dejure, dua keunggulan itu harus secara paralel kita raih. Kita tidak bisa bergantung hanya dari satu keunggulan untuk bertahan hidup di dunia IT yang semakin keras. Keunggulan dejure dapat kita raih tidak hanya dengan degree (gelar akademis s1, s2, s3), tetapi juga melalui sertifikasi (certification) atau sering disebut juga dengan sertifikasi industri (industrial certification), yang lebih fokus ke suatu bidang. Sertifikasi secara umum bisa kita bagi menjadi dua, yang dikeluarkan oleh vendor (Cisco, Microsoft, Redhat, dsb) dan yang non-vendor (LPI, PMP, dsb).

ciscologo.gifSeperti juga Jepang dengan sertifikasi non-vendor yang terkenal dengan sebutan Joho Shori Shiken, Indonesia juga sudah mulai menggeliat dengan sertifikasi lokal yang digarap oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Banyak yang harus kita kupas tentang sertifikasi ini termasuk seluk beluknya, persyaratan, materi yang diujikan, dimana tempat uji sertifikasinya, dsb. Karena itu saya coba menurunkan Seri Mahir Sertifikasi yang akan membahas berbagai sertifikasi yang ada di dunia dan Indonesia. Kali ini saya akan mulai dari seri sertifikasi Cisco, yaitu CCNA.

cisco1.jpgCisco Certified Network Associate (CCNA) adalah salah satu pondasi penting dalam seri sertifikasi networking yang dikeluarkan oleh Cisco Systems. Level sertifikasi di Cisco setelah CCNA, terdapat CCNP (Cisco Certified Network Professional) dan CCIP (Cisco Certified Internetwork Professional), serta yang paling puncak adalah CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert). Seorang bersertifikat CCNA memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk instalasi, konfigurasi, mengoperasikan dan memecahkan permasalahan (troubleshooting) pada LAN, WAN dan layanan dial access untuk network kecil (dibawah 100 node), termasuk didalamnya penggunaan protokol seperti: IP, IGRP, Serial, Frame Relay, IP RIP, VLAN, RIP, Ethernet, Access Lists.





Untuk mendapatkan sertifikasi CCNA bisa dilakukan dengan dua cara:

1.
Lulus ujian INTRO 640-821 (Introduction to Cisco Networking Technologies) dan ICND 640-811 (Interconnecting Cisco Networking Devices)
2.
Lulus ujian CCNA 640-801

Umur sertifikasi CCNA adalah tiga tahun, dan kita untuk memperpanjangnya kita bisa dengan mengikuti ujian CCNA 640-801 atau ICND 640-811. Ujian sertifikasi CCNA 640-801 dengan waktu ujian 90 menit untuk menyelesaikan 55-65 soal ujian. Ujian tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang. Kita bisa mengambil ujian CCNA 640-801, di tempat uji sertifikasi di seluruh Indonesia yang memperoleh pengakuan dari Pearson VUE atau Prometric. Bentuk soal ujian dapat berupa:

* Multiple-choice single answer
* Multiple-choice multiple answer
* Drag-and-drop
* Fill-in-the-blank
* Testlet
* Simlet
* Simulations

Materi yang diujikan terbagi menjadi empat tema, dengan subtema lengkap seperti berikut:

1. Planning & Designing

* Design a simple LAN using Cisco Technology
* Design an IP addressing scheme to meet design requirements
* Select an appropriate routing protocol based on user requirements
* Design a simple internetwork using Cisco technology
* Develop an access list to meet user specifications
* Choose WAN services to meet customer requirements

2. Implementation & Operation

* Configure routing protocols given user requirements
* Configure IP addresses, subnet masks, and gateway addresses on routers and hosts
* Configure a router for additional administrative functionality
* Configure a switch with VLANS and inter-switch communication

3. Implement a LAN

* Customize a switch configuration to meet specified network requirements
* Manage system image and device configuration files
* Perform an initial configuration on a router
* Perform an initial configuration on a switch
* Implement access lists
* Implement simple WAN protocols

4. Troubleshooting

* Utilize the OSI model as a guide for systematic network troubleshooting
* Perform LAN and VLAN troubleshooting
* Troubleshoot routing protocols
* Troubleshoot IP addressing and host configuration
* Troubleshoot a device as part of a working network
* Troubleshoot an access list
* Perform simple WAN troubleshooting

5. Technology

* Describe network communications using layered models
* Describe the Spanning Tree process
* Compare and contrast key characteristics of LAN environments
* Evaluate the characteristics of routing protocols
* Evaluate TCP/IP communication process and its associated protocols
* Describe the components of network devices
* Evaluate rules for packet control
* Evaluate key characteristics of WANs

Pelatihan apa yang harus saya ikuti sebagai persiapan untuk ujian CCNA? Ada tiga jenis pelatihan yang bisa anda pilih dan ikuti untuk mempersiapkan diri dalam ujian mendapatkan sertifikasi CCNA.

1. Mengikuti pelatihan persiapan ujian CCNA 640-801 dari lembaga-lembaga pelatihan yang mengadakan
2. Mengikuti pelatihan persiapan ujian INTRO 640-821 dan ICND 640-811
3. Mengikuti pelatihan CCNA (semester 1-4) sesuai dengan kurikulum Cisco Networking Academy Program (CNAP). Jalur ini sering disebut dengan jalur akademi, pemahaman lebih komprehensif dan ilmu yang didapat relatif lebih matang. Permasalahannya mungkin adalah waktu belajar relatif lebih lama. Hubungi Local Academy (LA) Cisco di wilayah anda untuk mengikuti program pelatihan CNAP.



Teknik Mengadopsi CCNA ke Kurikulum Pendidikan

Teknik Mengadopsi CCNA ke Kurikulum Pendidikan
by Herry

netwrkacad.gifArtikel ini saya tulis untuk menjawab beberapa pertanyaan yang datang dari guru, dosen, dan kepala jurusan di SMK dan Universitas tentang bagaimana cara mengadopsi kurikulum CCNA (Cisco Certified Network Associate) ke dalam kurikulum pendidikan kita. Pertanyaan ini muncul seiring dengan keinginan banyak lembaga pendidikan yang membuka jurusan teknologi informasi atau jaringan (SMK, Akademi, Universitas), dan ingin memberi nilai lebih kepada (maha)siswanya supaya lulus dengan memiliki sertifikasi internasional.

Sedikit berbeda dengan sertifikasi-sertifikasi vendor lain (Microsoft, Novell, dsb), materi sertifikasi Cisco tidak hanya terfokus ke pembahasan produk yang dimilikinya (Internetwork Operating System (IOS) atau hardware). Tetapi juga memberi landasan konsep dan teori yang matang untuk Networking, Internetworking, Internet Protocol, TCP/IP, dsb. Hal ini yang membuat menarik dunia akademisi karena materi-materi itu sebenarnya juga diajarkan (telah eksis) dalam kurikulum jaringan komputer. Jadi bagaimana supaya bisa digabungkan, atau ditambahkan, atau diadopsi?



Yang menarik, Cisco Systems memiliki program jalur akademik, yang terwadahi dalam Cisco Networking Academy Program (CNAP). Kurikulum disusun per-semester (bukan model course seperti lembaga pelatihan), dan sudah tersedia modul interaktif, online assesment, serta manajemen akademi secara online (elearning system). Materi yang tersedia misalnya untuk mempersiapkan ujian sertifikasi CCNA, CCNP, IT Essensial, dsb. Hirarki akademi menurut standard Cisco Systems terbagi menjadi tiga: CATC (Cisco Academy Training Center), RA (Regional Academy) dan LA (Local Academy). CATC memiliki previledge untuk membuat dan mengelola beberapa RA beserta pelatihan untuk instrukturnya, demikian juga RA yang mengelola beberapa LA termasuk pelatihan untuk instruktur LA. Sedangkan LA mempunyai previledge untuk membuka kelas bagi student. Seluruh manajemen dilakukan secara online dalam sistem elearning yang bernama Academy Connection (http://cisco.netacad.net), yang memungkinkan pengelola akademi atau LMC (Legal Main Contact), instruktur, student dan alumni berkolaborasi dalam kegiatan belajar mengajar. Sekali lagi, kurikulum, modul, kuis, ujian online, dan bahkan sertifikat kelulusan (bagi yang lulus) sudah tersedia secara digital.
cnap.JPG

Lembaga pendidikan kita (SMK, Akademi, Universitas, dsb) cukup mendaftarkan diri sebagai LA ke RA yang ada. Di Indonesia saat kurang lebih 10 RA ada di berbagai pelosok tanah air, diantaranya adalah UI, ITB, Binus, LIPI, dsb. Pendaftaran biasanya disertai dengan penandatanganan agreement, membayar management fee (sekitar Rp. 3-4 juta/tahun) dan mengirimkan instruktur untuk mengikuti pelatihan instruktur di RA dimana LA kita bergabung. Untuk pendaftaran LA ke RA LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), bisa melalui URL http://www.pdii.lipi.go.id/ccna/index.php. Mohon maaf saya tidak hapal untuk RA lain, silakan googling untuk mendapatkan infonya ;) .

Kemudian kita lanjut ke adopsi kurikulumnya. Ada dua pendekatan dalam masalah memasukkan kurikulum yang sudah jadi ke pendidikan kita. Yang pertama adalah Sistem Adapt (Adaptasi), yaitu kita mengadaptasikan kurikulum tersebut sesuai dengan kebutuhan atau kurikulum yang kita miliki. Ada kemungkinan sifatnya hanya menambahkan ke kurikulum yang sudah ada, atau kita pakai kurikulumnya tapi tidak 100% kita ambil. Bagaimana implementasinya? Sekolah/universitas mengambil sebagian materi CNAP untuk kurikulumnya, kemudian mengarahkan siswa/mahasiswa untuk mengambil ekstra kurikuler apabila ingin menyelesaikan seluruh kurikulum CNAP yang ada. Bisa juga dengan menarik biaya tambahan untuk yang tertarik mengikuti sampai tuntas seluruh materi yang disediakan.

Metode kedua yang lebih cepat dan gampang adalah Sistem Adopt (Adopsi). Kita menggunakan 100% kurikulum tersebut apa adanya, termasuk beserta perangkat-perangkat yang tersedia. Implementasinya adalah dengan mengalokasikan semester untuk kurikulum CNAP. Misalnya CCNA terbagi menjadi CCNA 1 (CCNA semester 1), CCNA 2, CCNA 3 dan CCNA 4. Jadi total 4 semester kita alokasikan untuk pemberian materi CCNA tersebut. Pada akhir tiap semester siswa akan mengikuti ujian online (online assesment) dan mendapatkan Certificate of Course Completion apabila bisa lulus dengan passing score yang telah ditentukan.

Ok, sekarang kita tengok misalnya CCNA 1 (CCNA Semester 1) yang bertema Networking Basics, sesuai kurikulum terbaru versi 3.1.1 berisi 11 module dengan tema-tema seperti di bawah.

1. Introduction to Networking
2. Networking Fundamentals
3. Networking Media
4. Cable Testing
5. Cabling LANs and WANs
6. Ethernet Fundamentals
7. Ethernet Technologies
8. Ethernet Switching
9. TCP/IP Protocol Suite and IP Addressing
10. Routing Fundamentals and Subnets
11. TCP/IP Transport and Application Layer

Total waktu belajar CCNA 1-4 menurut standard Cisco Systems adalah 280 jam, jadi CCNA 1 memerlukan sekitar 70 jam/semester. Kalau kita bagi misalnya waktu efektif 1 semester sekitar 18 pertemuan, maka satu pertemuan adalah 4 jam/pekan atau 4 SKS.

Kurikulum berbasis kompetensi yang dianut saat ini, berorientasi ke suatu hasil yang disebut dengan kompetensi. Meskipun dengan nama yang lain, sebenarnya Cisco Systems sudah mendesain “kompetensi” untuk kurikulum CCNA tiap semesternya. Tercantum jelas di Certificate of Course Completion yang diterbitkan ketika siswa berhasil menyelesaikan materi satu semester. Untuk CCNA 1 misalnya, “kompetensi” yang dimiliki siswa setelah berhasil menyelesaikan seluruh materi adalah sbb: (maaf masih dalam bahasa Inggris ;) )

1.
Define and install the necessary hardware and software required to be able to communicate over a network
2.
Demonstrate the mathematical skills required to work seamlessly with integer decimal, binary, and hexadecimal numbers and simple binary logic
3.
Define the structure and technologies of modern computer networks
4.
Define the meaning and application of bandwidth as used in networking
5.
Compare and contrast network communications using the OSI model and the TCP/IP protocol stack
6.
Describe the major properties and standards associated with copper and optical media
7.
used in networks
8.
Explain the concepts of transmission and reception of wireless signals used in networksInstall a simple wireless LAN
9.
Explain the fundamentals of signal transmission on networking media
10.
Describe the different topologies and physical issues associated with cabling common LANs
11.
Describe the physical issues associated with cabling networking equipment to work over a WAN link
12.
Explain the fundamentals of Ethernet media access
13.
Explain how collisions are detected
14.
Explain the concepts associated with auto negotiation on Ethernet systems
15.
Describe the concepts of switching in an Ethernet network
16.
Compare and contrast collision and broadcast domains, and explain how networks can be segmented
17.
Demonstrate familiarity with all aspects of IP addressing
18.
Describe the association of an IP address with a device interface, and the relationship between physical and logical addressing
19.
Describe the principles and practice of packet switching within IP networks
20.
Describe routing concepts, and the different methods and protocols used to achieve them
21.
Describe how the protocols associated with TCP/IP allow host communication to occur
22.
Describe the fundamental concepts associated with transport layer protocols, and compare the connectionless approach to transport with the connection-oriented one
23.
List the major TCP/IP application protocols, and briefly define their features and operation

Bagaimana dengan CCNA 2, CCNA 3 dan CCNA 4 atau juga dengan kurikulum yang lain? Silakan hubungi penulis untuk mendapatkan penjelasan secara detailnya, karena ruangan situs blog ini kurang mencukupi untuk menjelaskan semuanya secara mendetail ;)

Kode Kesalahan pada HTTP

Apakah Anda pernah menemukan halaman seperti ini ?
Error 500

Gambar diatas merupakan salah satu dari kode kesalahan yang dikirimkan oleh protokol HTTP. Ketika Anda (sebagai client, dalam prinsip client-server) mengakses ke sebuah website, webserver akan melayani, melakukan pengecekan dan mengirimkan kembali hasil dari permintaan tersebut kepada browser. Apabila hasil tidak ditemukan atau ada kesalahan konfigurasi pada server, maka hasil yang akan dikirimkan ke browser adalah kode dari kesalahan tersebut.


Lalu bagaimana jika kesalahan tersebut terjadi pada account hosting Anda ?
Berikut daftar kode kesalahan HTTP yang paling sering dijumpai dan hal yang harus dilakukan ketika Anda (sebagai pemilik website) menemukan kode kesalahan tersebut:

* Error 401 : Unauthorized
Status ini menyatakan bahwa pengunjung website tidak memiliki hak akses untuk folder yang diproteksi oleh password. Apabila Anda merasa ada kesalahan pada pengaturan proteksi folder, silahkan coba dicek kembali melalui menu Password Protect Directories di CPanel.
* Error 403 : Forbidden
Pada status 403, pengunjung sama sekali tidak dapat mengakses ke folder tujuan. Status 403 muncul disebabkan oleh kesalahan pengaturan hak akses pada folder.
Yang harus dilakukan :
Cek kembali hak akses dari folder tujuan. Ingat, hak akses yang normal untuk folder adalah 755 (rwxr-xr-x).
* Error 404 : Not Found
Status 404 menyatakan bahwa file / folder yang diminta, tidak ditemukan.
Yang harus dilakukan :
Pastikan file / folder sudah di-upload ke account hosting, dan pastikan nama file / folder tersebut sudah sesuai dengan nama file / folder yang akan diakses (terutama pada penggunaan huruf besar dan kecil / case-sensitive).
* Error 406 : Not Acceptable
Status 406 menyatakan bahwa permintaan dari browser tidak dapat dipenuhi oleh server. Anda dapat menghubungi kami apabila menemukan error ini pada account hosting yang Anda miliki.
* Error 500 : Internal Server Error
Status 500 menyatakan bahwa ada kesalahan konfigurasi pada account hosting.
Yang harus dilakukan :
Cek kembali file .htaccess pada account hosting Anda, dan pastikan setiap barisnya sudah tertulis dengan benar.
* Error 509 : Bandwidth Limit Exceeded
Status ini bukan status resmi dari HTTP. Menyatakan bahwa penggunaan bandwidth pada account hosting sudah melebihi quota yang ditetapkan untuk account hosting Anda. Silahkan hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Halaman yang menampilkan kode kesalahan diatas dapat diubah sesuai keinginan Anda. Cara pengubahan halaman tersebut dapat Anda simak pada artikel

https://herryandika.blogspot.com/